Tuesday, October 18, 2011

Review: Ceremony (2010)

Sam Davis yang dikenal sebagai pengarang dongeng cukup terkenal kini harus menghadapi masa-masa kegalauan. Mantan pacarnya, Zoe, yang tidak ada kabarnya kini tak tahu dimana dan sedang apa bersama siapa saat ini *kayak lirik lagu ya #keplaaaaak*. Di sisi lain dia juga sadar kalau hubungan persahabatan dirinya bersama Marshall agak renggang akhir-akhir ini. Akhirnya dia memutuskan untuk membawa sahabatnya itu jalan-jalan rekreasi sekaligus mengembalikan suasana persahabatan mereka dahulu.

Kalau memang jodoh gak akan jauh kemana kayaknya pepatah ini pantas buat Sam, karena tempat penginapan dirinya yang tidak jauh dari pantai sedang ada acara yang diadakan oleh Zoe, mantan pacarnya itu. Perasaan gembiran yang awalnya dirasakan harus berubah drastic ketika mengetahui Zoe akan melangsungkan pernikahan 2 hari lagi dengan seorang pembuat film terkenal yang bernama Whit.

Jika melihat poster dari Ceremony pasti kalian langsung mengira film lebih ke arah hubungan dua insan manusia yang sedang atau akan merayakan pernikahannya. Lihat saja cincin pernikahan yang bisa dijadikan clue dari asumsi di atas tadi. Akan tetapi, film ini tidak sepenuhnya seperti itu karena kalau mengambil cerita itu pastilah para pecinta drama romantis komedi Hollywood akan mulai bosan dan mungkin saja membuat mereka tertidur ketika menonton film tersebut (saking hafalnya dengan plot yang ada). Namun di film ini juga ada unsur persahabatan yang sedang mengalami kerenggangan akibat kesibukan mereka masing-masing.

Bisa dibilang karya dari seorang Max Winkler ini adalah karya debut film beliau yang menarik untuk ditonton disaat euphorianya film-film Hollywood saat ini. Film ini bisa dibilang tergolong aman untuk ditonton. Bahkan saking amannya tidak memperhatika apa tujuan utama dari cerita film ini. Yak sungguh sangat disayangkan! Masalah demi masalah yang menumpuk di sepanjang film rasanya terasa singkat sekali kalau diselesaikan dalam durasi 85 menit saja. Kalau saja Max lebih memfokuskan di satu titik tema saja pastilah film ini akan jauh lebih romantis dan tentunya menyentuh sekali. Sepertinya kesalahan fatal dari film ini cuma di cerita alias skenario. Untungnya balutan scoring dan sinematografi yang indah serta kece membuat film ini ditutupi begitu saja akibat buruknya kefokusan cerita.

Dari deretan para pemain bisa dibilang film Ceremony menampilkan kekuatan akting yang prima dari para pemainnya! Walaupun filmography mereka tidak setenar pemain drama romantis lainnya tapi disini mereka membuktikan kalau mereka bisa melakukan hal itu. Mungkin asumsi tadi dikecualikan kepada Uma Thurman yang sudah cukup dikenal sebagai bintang Kill Bill. Pemain lainnya yaitu Michael Angarano, Lee Pace, Rebecca Mader dan Jake M. Johnson. Oh iya sebagai info saja, film Ceremony pernah tayang diajang Toronto International Film Festival 2010 silam. Akhir kata, Ceremony bisa dibilang sebuah sajian film yang menarik untuk ditonton tapi memiliki kekurangan di cerita yang tidak jelas arahnya mau dibawa kemana *kembali lagi kayak lirik lagu #keplaaaaaaaaaaak* Selamat menonton! :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment