Thursday, September 15, 2011

Review: Rise of the Planet of the Apes (2011)

Seorang peneliti obat-obatan di sebuah perusahaan farmasi Gen-Sys, Will Rodman, melakukan penelitian bahwa serum ALZ112 dapat dijadikan sebagai obat Alzeimer. Will Rodman pun menguji coba obat tersebut ke kumpulan Kera yang juga berada di dalam lab tersebut. Will pun memilih satu kera yang diyakininya bisa bereaksi dengan cepat terhadap rangsangan obat tersebut. Dan ternyata, semua diluar kendali manusia dan mengakibatkan kera tersebut harus mati tertembak. Kejadian tersebut pun membuat luka bagi Will dan rugi bagi perusahaan. Kera yang baru saja mati tersebut ternyata meninggalkan seorang bayi kera lucu yang akhirnya diadposi oleh Will.

Kera bisa dibilang hewan yang cenderung mirip dengan manusia seutuhnya. Tindak-tanduknya bisa dibilang bisa membuat manusia terhibur, namun terkadang juga bisa menakutkan. Yang lebih mengejutkan lagi menurut penelitian Kera ternyata jauh lebih pintar dari manusia. Jadi para manusia yang merasa pintar harap bersanding lawan terlebih dahulu ke salah satu kumpulan kera. Rupert Wyatt bisa dibilang cukup berani membuat film Rise of The Palnets of The Apes. Kenapa cukup berani? Karena faktor jaman sekarang yang cenderung genrenya tidak banyak ke arah berbau sci-fi yang berhubungan dengan hewan. Kedua, plihan hewan kera cenderung membuat penontonah dengan tidak begitu banyak yang betah berlama-lama.

Namun demikian, semua ketakutan itu bisa diatasi Rupert sebagai seorang sutradara film ini, beliau mengambil efek CGI yang baik untuk memanjakan mata penonton dan membuat nyaman dan menikmati kumpulan-kumpulan kera sepanjang 100 menit tersebut. Yuk simak review curhatan josep tentang film Rise of The Planets of The Apes. Rasa cukup kepuasaan bisa gue rasakan ketika credit title ini muncul. Rasa takut dan bosan yang sudah menghantui gue sebelum menyaksikan film ini terobati dengan penampilan efek CGI dari kumpulan kera tersebut.

Untungnya cerita yang dibuat Rick Jaffa dan Amanda Silver yang ada menyinggung tentang berbau ilmuwan dan iptek tidak begitususah untuk disadurkan bagi manusia awam yang tidak memiliki background tersebut. Konflik-konflik yang dibuat bisa dibilang cukup baik namun belum bisa dibilang bagus untuk disimak secara umum. Kekurangan dari film ini pun terasa sekali di bagian pertengahan menuju akhir, dimana percampuran emosi Charles terhadap Will terasa kurang greget saja untuk dinikmati. Bahkan untuk mengatakan ini kandidat terkuat untuk film terbaik rasanya terlalu cepat untuk mengatakan hal tersebut.

Scoring yang mengiringi di sepanjang bagian film bisa dibilang sangatlah menarik untuk didengar. Begitu pula sinematografi yang dihasilkan juga tidak mengecewakan. Dari segi pemain bisa dibilang ada kemajuan dari James Franco di film ini, bila dibandingkan dengan penampilannya di 127 Hours, di film ini dia terlihat jauh lebih berbeda dari segi penampilan ataupun aktingnya. Perlahan-lahan terlihat ada kemajuan yang cukup baik dari diri James. Semoga saja selanjutnya dia bisa semakin menggali terus karakter-karakter yang cukup menantang agar dirinya semakin pengalaman di dunia akting. Freida Pinto sebagai lawan interaksi dengan James bisa dibilang memiliki chemisty yang cukup kuat.

Andy Serkis sebagai Caesar alias kera yang sangat cerdas ini menampilkan performa yang lumayanlah, mungkin faktor kurangnya dialog yang dihadirkan dia disini jadi terkesan sekali dia dianaktirikan di film untuk sebagai pengisi suara. Akhir kata, kehidupan kera di muka bumi ini memang tidak begitu terlalu diperhatikan lebih dalam oleh masyarakat luas ataupun pemerintah negara tersebut. Untuk itulah mari melestarikan kera-kera tersebut dengan cara jangan memperalat kemampuan kecerdasan mereka hanya untuk sebagai bahan bisnis saja. Selain mereka akan marah dan tersinggung dengan sikap itu, maka mereka pun tidak tinggal diam pula untuk menghabisi kalian saja.

Sebagai film yang membawa unsur binatang di dalamnya, bisa dibilang film ini menarik untuk ditonton karena rasa kebosanan tidak akan anda temukan disini. Namun buat sebagai kandidat terkuat sebagai film terbaik di tahun ini, rasanya belum cukup pantas untuk melakukan semua itu. Selamat menonton!


3,5/5


Trailer:

No comments:

Post a Comment