Review: Abduction (2011)

Bagaimanakah rasanya jika selama ini kedua orang tua yang kalian anggap sebagai orang tua sendiri ternyata bukan orang tua kandung kalian? Lalu siapakah sebenarnnya orang tua kalian sesungguhnya setelah kurang lebih 15 tahun telah berpisah dengan kalian? Kisah tersebut kurang lebih dirasakan oleh Nathan, seorang anak muda yang baru saja menginjakkan kakinya sebagai seorang mahasiswa, harus mengalami kenyataan pahit dimana Kevin dan Mara, kedua orang yang selama ini dia anggap orang tua ternyata bukanlah orang tua kandungnya. Semua bermula serba kebetulan disini. Suatu hari Nathan dan Karen ditugaskan oleh dosennya untuk mengerjakan tugas kelompok paper ilmiah mereka. Ketika proses menjalani pembuatan tugas tersebut, Karen juga sedang membuka salah situs web daftar orang hilang. Tidak sengaja pula Karen secara spontan mengatakan bahwa salah satu anak hilang dari daftar web tersebut ada yang mirip dengan Nathan.

Nathan yang awalnya juga tidak terlalu memperdulikannya, setelah memperhatikan dengan seksama dia melihat sosoknya ada di dalam foto anak kecil tersebut. Nathan yang begitu polos dan tidak tahu apa-apa ternyata dirinya sudah terjebak dalam permainan seorang intelejen yang bernama Kozlow untuk melacak keberadaan Nathan. Mulai saat itulah kehidupan Nathan pun semakin terancam karena dikejar-kejar oleh intelejensi dan sekumpulan CIA. Lalu siapakah sebenarnya orang tua kandung Nathan? Apa hubungannya kasus yang dialaminya sekarang ini? Yuk simak review Josep Xavier berikut ini.

Setelah beberapa hari penayangan film Abduction di luar sana, pemberitaan tentang buruknya film ini cukup membuat saya agak kaget juga sih. Walaupun dari trailer terlihat terlalu banyak memberikan clue-clue akan tetapi unsur action dari film ini jika dilihat dari trailer tidak begitu mengecewakanlah. Eits, tunggu dulu itu baru komentar saya yang begitu terpesona dengan trailer loooh. Lalu bagaimankah dengan keseluruhan film ini? Hasilnya adalah tidaklah begitu buruk-buruk amat namun terlalu amat tidak masuk diakal dan semuanya serba kebetulan begitu saja.

Bagaimana tidak masuk akal, masa seorang CIA bisa terselundup komunikasinya oleh seorang intelejen yang secara logika lebih ahli CIA loh. Atau memang mungkin gue yang terlalu gaptek ya jadi film ini terlihat begitu canggih dimata gue? Yang sangatlah kebetulan itu sudah terlihat dari awal film ini, yaitu ketika Karen yang membuka situs orang hilang. Memang sih mereka melakukan itu semua untuk sebuah tugas paper ilmiah, tapi entah kenapa kok semua kelihatan cepat dan kebetulan begitu saja ya? Cinta yang terpendam selama ini yang dialami Nathan kepada Karen pun kebetulan bisa terbuka juga ketika Karen yang baru saja putus dengan kekasihnya tersebut.

Actionlah yang gue harapkan banyak seperti trailer pun nyatanya sangatlah minim sekali, kalaupun ada actionnya terlihat cupu sekali. Masa lebih bagusan film action tahun 2003 dibandingkan film tahun 2011 sih? Huh terlalu cupu (lagi) dan jauh dari harapan gue. Di film Abduction sendiri malah jauh lebih banyak unsur drama keluarga dengan bumbu romantisnya. Taylor Lautner pun akhirnya dipaksa menangis, padahal IMO muka dia tidak cocok ah kalau untuk menangis atau mello seperti ini. Untungnya kehadiran Lily Collins disini bisa menyeimbangkan Taylor Lautner. Dengan paras wajah yang cantik dan menggemaskan, Lily bisa bermain dengan baik lah di film ini. Walaupun pengalamannya baru di film The Blind Side (menjadi anaknya Sandra Bullock) dan Priest, dan sedang dalam produksi Snow White nanti tahun 2012.

Akan tetapi bisa dibilang chemistry diantara Taylor dan Lily disini cukup baik. Scoring dan sound design film ini bisa dibilang not bad lah untuk didengar. Begitu pula dengan pengambilan gambar di saat malam atau siang hari. Sebagai film yang pada dasarnya sudah kuat di action ketika melihat trailernya, rasanya Abduction cukuplah mengecewakan di genre tersebut. Namun sebaliknya film ini terlihat begitu manis, romantic dan rasa kekeluargaan yang kuat menjadi poin utama dari film ini sendiri. So keputusan kembali kepada diri anda masing-masing! :Salam Jo-Xa:


2/5

Trailer:

Komentar