Wednesday, August 17, 2011

Vanishing On 7Th Street (2010)

Ketika pagi hari, Luke terbangun dengan kondisi sekitar aparatmentnya yang begitu aneh dan misterius. Suasana sepi dan keadaan berantakan disana-sini menjadi tontonan Luke disetiap 100 meter perjalanannya. Hingga pada suatu malam dia bertemu dengan seorang anak remaja sekitar 12 tahun yang bernama James di sebuah bar. James ketakutan seorang diri di bar tempat ayahnya tersebut. James mengira Luke itu orang jahat karena beberapa akhir ini dirinya pun tidak melihat sanak keluarganya lagi. Tidak lama kemudian mereka bertemu dengan Rosemary, seorang terapi psikologi yang kehilangan putri kecilnya beberapa hari lalu. Luke pun semakin bingung dengan keadaan aneh semua ini. Mereka pun bersepakat untuk tempat bersama-sama walaupun pada akhirnya maut memisahkan mereka juga pada nantinya.

Film bertemakan dark seperti Vanishing On 7Th Street sepertinya jarang gue temukan atau mungkin ini baru pertama kalinya gue menonton film seperti ini. Dengan resiko sepanjang film gue hanya bisa terdiam, bengong dan berpikir keras dengan apa sesungguhnya yang terjadi dengan Luke dkk. Oh Nice! Kalau boleh jujur gue secara pribadi paling benci dengan hal-hal tersebut, karena gue menonton sebuah film tujuannya untuk hiburan. Kalau hal-hal tersebut gue temukan namanya bukan hiburan yang gue dapatkan. Dan hasilnya gue menonton Vanishing On 7Th Street mengalami banyak duka yang begitu mendalam karena tidak mengerti maksud yang jelas dari film ini sebenarnya apa. Simak curhatan josep berikut ini tentang film Vanishing On 7Th Street.

Film arahan Brad Anderson yang ditulis skenarionya oleh Anthony Jaswinski berhasil membuat bosan dan kesal sepanjang film ini berlangsung. Untunglah gue tidak menonton film ini di bioskop karena gue pasti akan rugi dari segi materi, waktu dan tenaga selama menonton film ini. Unsur gelap dan teka-teki misterius di sepanjang film ini pun belum bisa gue pecahkan sampai gue menunda review film ini selama 2 minggu lebih. Dark scoring yang diberikan film ini tidak memberikan unsur positif yang baik. Efek-efek visual dari bayangan hitam yang terdapat di film ini pun tampil sekedar biasa saja.

Untungnya film ini cukup ketolong dengan akting dari ketiga pemain utama dari film ini yaitu Hayden Christensen, John Leguizamo, Thandie Newton, Jacob Latimore yang bermain tidaklah mengecawakan sesuai dengan karakter mereka masing-masing. Bagaiman perasaan gelisah, ketakutan, bingung, bertanya-tanya dalam diri mereka sendiri berhasil mereka kombinasikan dengan baik. Sudah ah daripada saya bingung mau berkata-kata apalagi mendingan gue akhiri saja penulisan ini. Semua kembali ditangan anda anda apakah mau menonton film ini atau tidak. :cheers:

Luke: I'm here because I will myself to exist



1,5/5



Trailer:



No comments:

Post a Comment