Wednesday, June 15, 2011

The Tarix Jabrix 3 (2011)

Cacing mendapat tugas dari kantornya buat mengatasi permasalahan geng motor Road Devils, yang semakin merajalela dan bisa membuat perusahaan tempat dia bekerja semakin dirugikan. Dengan dukungan dari sahabatnya, Dadang, Mulder, Ciko dan Coki plus ditambah biaya dan akomodasi dari perusahaan, akhirnya mereka pun berangkat menuju kota Bandung. Ketika tiba di Bandung, mereka pun tertangkap oleh serangan Road Devils yang kini memiliki jendral baru yang bernama Melly. Mereka pun kelalapan tidak bisa berbuat apa-apa karena motor andalan mereka tidak mereka bawa. Namun dengan bantuan Barokah, akhirnya mereka menggunakan motor andalan mereka. Cacing pun akhirnya melakukan sebuah pertandingan ke Melly dengan catatan siapa yang kalah harus menyerahkan barang berharganya. Kesialan pun sedang menimpa Cacing, dia mengalami kekalahan yang apes dan bertubi-tubi. Mobil kantornya dirusak, uang dari kantor dirampas, harga diri Cacing dipermalukan Melly, bahkan jaket kesayangannya pun diambil oleh Melly.

Cacing pun malu kepada teman-temannya atas kekalahan yang menimpanya, akan tetapi dirinya pun tidak tinggal diam karena mendapat telepon dari emaknya kalau emak diserang oleh tim Road Devils. Cacing pun berencana melakukan balapan ulang demi pembalasan dendamnya tersebut. Dengan bantuan Barokah kembali, Cacing dkk bertemu dengan seorang Laksamana Roda Gila atau Kobo’i untuk bisa mengalahkan Melly dan Road Devils. Disana, Cacing berlatih keras dengan semangat yang tinggi. Dadang, salah satu sahabat Cacing begitu beruntung ketika bisa bertemu dengan Mayang yang ternyata anak asuhan dari Laksamana yang sedang ingin menyendiri disana. Kekonyolan dan kekonyolan pun mereka alami. Lalu dapatkah Cacing memenangkan balapan dengan Melly?

Sebuah trilogy terakhir dari The Tarix Jabrix! Kalau mendengar kata trilogy pasti berharap film “terakhir” ini bisa membawa suasana yang dapat dikenang oleh penggemarnya. Nah, sekarang apakah Iqbal Rais sebagai sutradara berhasil membawa suasana tersebut? Dan apakah cerita yang dihadirkan seorang Cassandra mampu membuat sesuatu yang berbeda di trilogy Tarix Jabrix 3 kali ini? Daripada penasaran, mari simak curhatan josep berikut ini.

Kepopularitas grup band The ChangCuters di dunia musik sepertinya tidak membuat mereka cepat puas untuk terus bereksplorasi di dunia selain musik. Diawali dengan hadirnya film The Tarix Jabrix pertama di tahun 2008 yang cukup sukses mencuri perhatian membuktikan mereka bukan sekedar aji mumpung. Walaupun pada kenyataan, mereka sendiri ketika press conference di film The Tarix Jabrix 3 kemaren mengakui ini suatu aji mumpung dan cara mereka sendiri untuk berkarya di industri musik sekaligus mempromosikan lagu-lagu mereka. Terbukti pula, di The Tarix Jabrix 3 ini hampir semua lagu-lagu yang mengiringi sepanjang film TJ3 berasal dari album terbaru dan terakhir mereka di Label Sony Music Indonesia.

Dari kemampuan akting mereka, bisa dibilang ada kenaikan 3 tingkat dari Tarix Jabrix 2, namun jika dibandingkan dengan Tarix Jabrix cuma naik 1 tingkat saja. Mungkin sepenglihatan gue secara pribadi, yang lebih banyk adanya kenaikan yaitu Dadang (Erick), dimana dia bisa kelihatan tegar dengan persoalan yang sedang dihadapinya. Pemain lainnya yang cukup mencuri perhatian dan membuat mata segar yaitu adanya Olivia Lubis Jensen dan Kamidia Radisti di film Tarix Jabrix 3 ini. Olive yang berperan sebagai Melly cukup berhasil meyakinkan penonton kalau adegan-adegan berani yang dia lakukan disini adalah asli dirinya. Sebenarnya cukup disayangkan kehadiran Kamidia disini tidak terlalu banyak, yang mungkin karena faktor cerita tidak mengeksplor dirinya lebih disini. Tapi walaupun sedikit scene, kemampuan aktingnya bisa dibilang lumayanlah. Selain itu, Candil yang berperan sebagai BETTY LAMER DE LA VEGA atau BENCONG TIKUNGAN LAPANGAN MERDEKA DAN LAPANGAN TEGALEGA cukup bisa membuat tertawa dan untungnya kehadirannya tidak banyak disini karena bisa membuat illfil juga dengan bulu-bulu di badannya itu.

Selain itu, di Tarix Jabrix 3 juga dihadiri pemain lainnya yaitu Joe P Project, Ingrid Widjanarko, Budi Dalton, Eddi Brokoli, Barry Prima, Sellen Fernandez, Fathir Muchtar, Denny Chandra, dan special appearance Dede Yusuf. Ya tapi kehadiran mereka disini seperti cuma numpang lewat saja di film ini. Sungguh amat disayangkan sih, belum lagi cerita yang dihadirkan yang sebenarnya komedi tapi terlihat di pertengahan terlalu drama sekali. Selain itu, permasalahan konflik begitu cepat diselesaikannya. Ya setidaknya Cassandra disini bisa dibilang cukuplah berhasil membuat sebuah cerita sebuah akhir dari film trilogy. Yang menarik dari film ini adalah sinematografinya yang begitu indah dan bagus sekali untuk memanjakan mata. Dengan balutan scoring dari lagu-lagu The Chang Cuters yang lebih easy listening dan catchy dari arahan Candil sendiri sebagai penata musiknya.

Overall, trilogy dari The Tarix Jabrix cukup berhasil dengan balutan sutradara Iqbal Rais, cerita Cassandra, sinematografinya yang bagus dan scoring yang catcy dan easy listening. Cerita yang dihadirkan pun bukan hanya untuk kalangan remaja saja sepertinya, anak-anak dibawah usia remaja pun bisa menikmati dari menariknya film ini. Tidak lupa juga! Di film ini sebenarnya difokuskan ke pesan-pesan, salah satunya menghormati orang tua khususnya seorang Ibu. So, tunggu apalagi, ajak anak-anak, keponakan, sanak saudara anda untuk menyaksikan The Tarix Jabrix 3 di bioskop kesayangan anda !



3/5



Trailer:



2 comments:

  1. Sedikit kecewa dengan filmnya... Kurang lucu nih! Dan sedikit kurang sreg dengan adegan bencana dijadikan bahan bercandaan di akhir film. Atau saya yang terlalu serius yah?

    ReplyDelete
  2. @amiratthemovies kalo mslh bencana dr opening sdh ga peduliin jd sdh bsa tebak pas d ending bakal ada bencana lagi. Yg ga penting itu pas adegan melewati jembatan.. Krik krik bgt.. Tp dbndingkan kedua lbh lucu ini.. Ketika menonton mungkin berekspetasi lebih kali terhdap film ini.. Jadinya berasa gak lucu deh.. :DDD

    ReplyDelete