Friday, April 1, 2011

The Warrior's Way (2010)

Seorang Ksatria memiliki sifat yang berani dan mampu melakukan segala sesuatu demi kebenaran. Tapi apakah seorang Ksatria memiliki seorang hati sehingga bisa merasakan namanya cinta? Terkadang seorang Ksatria tidak ada kata “tidak” untuk membunuh setiap orang yang diperintahkan oleh atasannya. Di Film The Warrior’s Way mungkin kita bisa melihat bagaimana kisah seorang Ksatria yang melakukan tugasnya untuk membunuh salah satu anggota keluarga terakhir dari musuhnya. Namun disini, kita dapat melihat bagaimana seorang Ksatria yang memiliki seorang hati yang mulia. Cielah bahasa gue lebai banget… Simak aja deh curhatan josep berikut ini.

Ketika Abad ke-19 silam, tinggallah seorang Ksatria yang ditugaskan untuk membunuh salah satu anggota terakhir dari musuh. Ketika dilihatnya anggota terakhir tersebut seorang bayi, entah kenapa dia begitu tidak tega untuk membunuhnya. Ditambah lagi, dengan kelucuan dan kepolosan bayi tersebut yang membuat dia luluh. Namun demikian, dia tetap menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang Ksatria. Ksatria tersebut akhirnya memutuskan untuk kabur ke daerah Amerika bagian Barat bersama bayi tersebut. Sepanjang perjalanan pun ternyata dia buntuti oleh musuh-musuhnya, aksi-aksi dari seorang Ksatria pun muncul kembali. Setiba di Amerika Barat, dia disambut dengan muka penduduk yang bengong dengan muka datarnya Kstria tersebut, dan ditambah lagi dengan adanya bayi tersebut.

Disana dia bertemu dengan Ron, seorang pemabuk, dan Lynne, seorang gadis yang memiliki hati kepada Ksatria tersebut. Mereka berdua bersama penduduk lainnya membantu Ksatria tersebut. Ternyata dibalik bantuan mereka tersebut, mereka telah memiliki pengalaman yang pahit di masa lampau. Pengalaman mereka sama dengan kejadian Ksatria tersebut. Ksatria tersebut disana tidak senang-senang, karena musuh Ksatria tersebut mengejar terus dirinya. Perlawanan demi perlawanan pun dilakukan penduduk untuk menjaga kota mereka dari musuh Ksatria tersebut. Pengorbanan, persatuan dan kesatuan yang Ksatria alami dengan penduduk tersebut.

Dari segi cerita film ini ibarat kata penggabungan Ninja Assasin dan Price of the Persia. Walaupun “curahan darah”nya lebih gila ninja assassin tapi setidaknya film ini sudah berani beradegan seperti itu. Kalau dari film Prince of the Persia yaitu kesamaan di lokasi yang bergurun pasir. Namun gue kalau boleh jujur, lebih suka dengan pengambilan gambar di kedua film yang gue sebutkan diatas. Film ini terlihat seperti hanya mengandalkan efek semata saja. Dari segi cerita film ini menarik hanya di awal dan mau mendekati akhir saja. Di pertengahan saya begitu bosan dengan film ini walaupun tidak membuat mengantuk.

Di suatu film, kalau ada pasangan yang bermain pasti yang dibicarakan adalah suatu chemistry diantara mereka. Chemistry yang dihadirkan antara Don-Gun Jang dengan Kate Bosworth bisa dibilang agak kaku. Entah karena skenario film ini menuntut Don-gun untuk seperti itu tapi gue lebih melihat keagresifan Kate dibanding lawan mainnya. Gue juga agak terganggu dengan gaya rambutnya Don-gun Jang yang mengingatkan bandboy dahulu F4. Film ini menariknya adalah di sosok bayi yang lugu dan polos itu, unsur komedi pun akhirnya tercampur aduk dengan film yang seharusnya bergenre action dan fantasy. Sosok manusia pendek pun juga tidak kalah menarik di film ini.

Efek yang dihadirkan film ini bisa dibilang kurang sedap dipandang mata. Gue agak terganggu dengan topeng yang digunakan musuh Ksatria. Efek darah yang dihasilkan kok gue melihat seperti serbuk pasir jika dilihat dari jauh. Sisi lain yang menarik film ini mungkin dari ide ceritanya yang menceritakan bagaimana seorang Ksatria dari negeri Cina melancong ke negeri Amerika bagian Barat, suatu perpaduan yang menarik. Overall, gue kurang begitu suka dengan film ini untuk ditonton di bioskop. Menurut gue, lebih baik menonton DVDnya saja. Selamat menonton. :cheers:

2/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment