Friday, April 22, 2011

Battle For Terra (2007)

Film Battle For Terra akhirnya muncul juga di Indonesia di tahun keempat produksi filmnya. Sebenarnya film ini pernah “numpang lewat” di Indonesia di akhir tahun 2010 silam tapi hanya di Bandung saja dan bertahan hanya 2 minggu saja. Mungkin faktor 3D yang no subtitle saja yang muncul di Bandung pada waktu itu menjadi penyebab film Battle For Terra hanya menjadi tontonan “numpang lewat” saja. Dtempur dari segi poster, sebenarnya film ini lumayan worthed it untuk ditonton apalagi bersama keluarga anda. Apalagi dengan efek 3D yang dihasilkan film ini, pasti bak layaknya sedang berperang bintang di luar angkasa. Untuk lebih lanjut, mari simak curhatan josep berikut ini.

Di Planet Terra tinggallah makhluk-makhluk Terra disana, diantaranya Mala, keluarganya dan teman-temannya. Di sana tempatnya begitu sepi, canggih, asri dan nyaman sekali. Hingga suatu hari datanglah pesawat misterius yang menghadang planet tersebut. Peritiwa tersebut hingga menyebabkan penduduk Planet Terra ada yang hilang bahkan sampai Ayah mala ikut hilang. Salah satu pesawat misterius tersebut pun ada yang mengalami kecelakaan sehingga pilot yang mengendarainya terluka. Mala yang penasaran dengan pesawat misterius tersebut akhirnya mendatanginya dan menolong pilot yang terluka tersebut, Jim Stanton. Mala membawa dia ke rumahnya untuk dirawat. Ketika Mala mau menyentuh wajah pilot tersebut, tiba-tiba muncul robot yang menghardik Mala. Robot itu bernama Giddy, dia merupakan robot dari team pilot tersebut. Tiba-tiba, pilot tersadar juga dari pingsannya yang cukup lama. Dia kaget ketika tahu bahwa dirinya di kediaman Mala. Giddy pun menjelaskan bahwa Mala tidak bermaksud jahat kepada dirinya. Akhirnya Mala dan Stanton melakukan perjanjian, Mala bertugas membetulkan pesawat Stanton dengan kecerdasannya sedangkan Stanton berjanji akan mengembalikan ayahnya dari pesawat tersebut.

Dilihat sekilas dari sinopsis diatas, bisa dibilang cerita ini tidaklah istimewa lagi. Ini bukan karena film sejenis sudah beredar lebih dahulu di Indonesia ya, tapi karena gue melihat sebenarnya film ini memang bukan mengandalkan cerita melainkan hanya mengandalkan efek animasi visual saja. Film sejenis seperti ini sebut saja Avatar dan Monster inc. Aristomenis Tsirbas yang menduduki kursi sutradara di sini dan Lionsgate sebagai tim produser berhasil membuat film ini meraih 3 penghargaan diberbagai ajang perfilman. Sebut saja, First Feature Competition di Giffoni Film Festival 2008, Crystal Heart Award di Heartland Film Festival 2008, dan terakhir Best Animated Features di Ottawa International Animation Festival 2008. Aris sendiri dahulu sempat membuat film yang cukup fenomenal di Titanic dan Star Trek. Jadi untuk menonton film Battle For Terra sepertinya tidak usah pikir 2 kali lagi untuk menontonnya karena yang mebuat film ini sudah sangat berpengalaman.

Pengisi suara film Battle For Terra sendiri adalah Evan Rachel Wood, Luke Wilson dan Justin Long. Rachel yang mendapatkan kesempatan untuk mengisi suara peran Mala, sebelumnya dikenal di film Thirteen (2003) bahkan berhasil membawa berbagai macam piala penghargaan melalui film tersebut, awesome!. Di dunia pengisi suara sendiri, dia pernah juga berpengalaman mengisi suara karakter Abba di Asterix Vikings (2006). Kapten Pilot Staton diisi oleh Luke Wilson, lalu Justin Long yang baru-baru ini filmnya beredar After.Life berkesempatan mengisi suara sebagai Senn di film ini.

Alur film ini di awal cerita hingga 20 menit ke depan bisa dibilang cukup lambat sekali untuk tipe film animasi yang dibuat berformat 3D. Bentuk animasi bentuk makhluk Terra mengingatkan kita pada film Alien ala India (lupa judul) yang sempat booming pada waktu dulu. Robot Giddy pun mengingatkan kita pada jenis robot di Monster Inc., kalau dari segi kostum dan efek-efek visual laser di film ini mengingatkan kita pada film Star Wars. Efek 3D yang ditimbulkan film ini lebih terasa di 20 menit terakhir dari durasi sekitar 79 menit. Sisa waktunya, ada efek 3D tidak begitu nampol banget. Visual effect yang dihadirkan pun terlihat seperti hidup. Walaupun cerita tidak istimewa, akan tetapi dari film ini kita bisa belajar tentang planet, rotasi sinkron, dan gear stabilizier, minimal dapat ilmu pengetahuan selain efek visual yang cantik.

Overall, karya Aristomenis Tsirbas kali ini bisa dibilang tidak mengecewakan malah sangat wajib ditonton apalagi sedang krisisnya film di bioskop saat ini. Dengan menonton film Battle For Terra kita bukan hanya mendapatkan efek visual yang cantik, akan tetapi ilmu pengetahuan tentang alam dan benda langit bumi bisa sedikit kita dapatkan di sini. Namun alangkah lebih baik anda menonton yang no 3D saja karena efek 3D yang dihasilkan tidak sebanyak yang kita harapkan. Selamat menonton. :cheers:

4/5


Trailer:

No comments:

Post a Comment