Sabtu, 30 April 2011

The Extraordinary Adventures of Adele Blanc-Sec (2010)

Adele dikisahkan sebagai seorang penulis. Selain profesinya sebagai penulis, dia juga memiliki suatu hobi untuk mengamati suatu mumi. Dia dengan modal nekat dan berani akhirnya pergi ke Mesir untuk meneliti sebuah mumi yang terkenal kesaktiannya. Dia melakukan ini semua demi adiknya, Agatha, yang tidak sadarkan diri juga sampai saat ini. Di lain waktu, di tempat tinggalnya, Paris, dikabarkan bahwa sebuah telur raksasa nan kuno, pterodactyl, telah menetas dan binatang tersebut telah keluar entah kemana. Akhirnya pencarian tentang hewan pterodactyl tersebut pun dilakukan. Dari ahli pterodactyl, hingga professor yang mengerti tentang pterodactyl pun dicari tahu bagaimana asal usul atau menangkap seekor pterodactyl tersebut. Setiba Adele di Paris, dia pun sepertinya ikut terlibat dalam pencarian hewan pterodactyl tersebut. Lalu bagaimanakah misi dia untuk menyembuhkan adiknya tersebut?

Film yang memiliki judul asli Les aventures extraordinaires d'Adèle Blanc-Sec ini, bisa dibilang suatu kemasan yang menarik. Bagaimana tidak, di dalamnya terdapat drama, komedi dan bumbu percintaan. Dialog-dialog cerdas dan menarik yang dihadirkan film ini juga satu hal yang tidak boleh penonton lewati sedikit pun. Melalui dialog kita juga bisa sambil mendapatkan ilmu baru atau mengingat kembali ilmu pengetahuan alam yang sudah dipelajari di masa sekolah dahulu. Pengambilan gambar walaupun tidak bisa dibilang sempurna tapi kenikmatan yang didapatkan penonton bisa dibilang cukup menikmati. Tidak lupa scoring dari film ini juga tidak kalah menarik untuk dinikmati. Selain itu, film ini juga menceritakan sisi yang unik yaitu menceritakan kisah lampau. Jadi penonton seperti mengingat kembali cerita-cerita dongeng sejenis reptil masa lampau.

Louise Bourgoin yang menjadi seorang penulis di film The Extraordinary Adventures of Adele Blanc-Sec mampu meyakinkan penonton bahwa dirinya disamping terlihat cantik dan anggun dengan apa yang dia pakai, akan tetapi dia memiliki sisi wanita yang cerdas dalam hal bertindak. Besutan sutradara Luc Besson ini, bisa dibilang suatu karya beliau yang tidak boleh dianggap sebelah mata. Siapa coba yang tidak kenal dengan beliau. Karya-karya beliau bisa dibilang menuai kesuksesan, sebut saja The Arthur & The revenge of Maltazard, Transpotter 2&3, From Paris With Love, Taxi 1-3, District B13 Ultimatum dan masih banyak lagi.

Overall, film ini adalah salah satu karya Perancis yang cukup menghibur walaupun di dalamnya terlihat tidak kekinian. Keandalan film ini disamping menghibur adalah adanya unsur ilmu pengetahuan yang dapat kita pelajari melalui film The Extraordinary Adventures of Adele Blanc-Sec. Film yang sebenarnya diproduksi di tahun 2010 tidak menutup kemungkinan jika anda ketinggalan atau merasa cupu ketika menonton film ini. So tunggu apalagi untuk segera menonton di bioskop kesayangan anda!. :cheers:


3/5


Trailer:

My Sassy Girl "Remake" (2008)

Cerita bermula ketika Charlie menemui tambatan hatinya di sebuah taman. Cewek tersebut terlihat baru saja mengalami masalah dengan seorang pria, lalu Charlie mengikuti cewek tersebut yang diketahui namanya Jordan hingga ke stasiun kereta api. Di stasiun kereta api, Charlie melihat Jordan sedang mabuk dan nyaris tertabrak kereta api, dengan sigap Charlie langsung menolong Jordan dari kecelakaan tragis tersebut. Ketika setelah ditolong, tiba-tiba Jordan pun pingsan dan akhirnya Charlie langsung membawa cewek tersebut ke tempat tinggalnya. Dimulai saat itu, hubungan mereka pun semakin dekat dan penuh romantika di dalamnya. Akan tetapi, hubungan yang awalnya penuh canda dan romantika harus dihadapkan sebuah tembok besar dari ayah Jordan yang tidak menyetujui hubungan mereka. Kelanjutan hubungan mereka pun sekarang berada di tangan mereka sendiri, apakah mereka tetap bersama selamanya?

Bisa dibilang awal film ini cukup menari karena adanya petikan gitar akustik dengan narasi dari pemain utama Jesse Bradford yang menceritakan kisah keluarganya. Setelah itu cerita berlanjut dengan aman-aman saja. Sebenarnya kisah ini bukan hal yang abru lagi di sebuah film bergenre drama romantic comedy. Entah apa karna faktor film yang seharusnya diproduksi tahun 2008 namun baru masuk di bioskop Indonesia pada tahun 2011 ini. Gue tidak mau membandingkan film My Sassy Girl “Remake” dengan versi aslinya dengan judul yang sama yang berasal dari negeri Korea tersebut. Menurut para kritikus film, versi aslinya jauh lebih baik dari remakenya. Tapi gue berasumsi, mungkin karna faktor durasi yang cukup singkat sekita 92 menit di versi remakenya jika dibandingkan dengan versi aslinya yang berdurasi 123 menit.

Film yang disutradarai oleh Yann Samuel dan ditemani oleh penulis penyaduran Victor Levin dari penulis aslinya yang bernama Jae-yong Kwok ini mampu membuat sebuah karya yang indah dengan balutan kata-kata romantis dari para pemain. Adanya pengambilan gambar dari berbagai musim juga diperlihatkan di film ini. Dan yang menjadi poin penting dari film ini adalah adanya unsur komikal di suatu scene yang menceritakan sesuatu. Suasana romantika pun semakin menyentuh jiwa dengan balutan musik dari David Kitty yang menhadirkan beragamnya soundtrack-soundtrack di dalam film ini. Elisha Cuthbert yang menjadi seorang perempuan yang nyentrik dan cuek mampu membangun chesmistry yang baik dengan lawan mainnya Jesse Bradford. Variatif karakter dan beragamnya konflik mereka disini mampu dituangkan dengan baik.

Overall, film ini tergolong film yang layak untuk ditonton bersama pasangan anda atau bagi yang jomblo pun tidak apa-apa untuk menonton fil My Sassy Girl. Siapa tahu bagi yang jomblo bisa menemukan inspirasi ke depannya ketika memilih jodoh setelah menonton film My Sassy Girl. Ada kata-kata penting yang sempat gue catat dari film ini yang menurut gue sangat mengena sekali, yaitu “Takdir adalah jembatan yang kau bangun dengan orang yang kau cinta…”. Jika kalian setuju dengan kata-kata ini carilah kata-kata ini di bagian scene apa ddengan menonton film My Sassy Girl “Remake” di bioskop kesayangan anda. Selamat menonton. :cheers:

4/5

Trailer:

Jumat, 29 April 2011

THE DEATHS OF IAN STONE (2007)

Ian adalah seorang atlet hoki yang selalu mendapat mimpi buruk. Di mimpinya tersebut dia selalu dihadirkan suatu peristiwa dan teka-teki tentang sosok misterius yang selalu mencoba untuk membunuh dirinya. Akan tetapi itu sepertinya bukan mimpi buruk karena kakek tua yang bertemu dengannya juga mengatakan bahwa Ian Stone telah mengalami kematian kedua. Kakek tersebut mengatakan bahawa dirinya tidak dapat mati lagi namun dirinya akan mengalami penyiksaan secara batin dan mental secara berulang-ulang dan setiap hari. Teka-teki misteri pun bahkan hingga menghilangkan ingatannya, sang kekasih yang bernama Jeanny pun merasakan prihatin kepadanya. Medea yang merupakan salah satu sosok misterius tersebut akhirnya menculik Jeanny. Persengitan dan pertarungan antar Ian Stone dan Medea pun dimulai. Teka-teki tersebut lama-kelamaan semakin terjawab sudah kebenarannya.

Film Horror The Deaths Of Ian Stones merupakan suatu kemasan yang membuat penonton bingung dan kaget. Kagetnya itu bukan menakuti tapi karena adanya faktor sosok misterius yang tiba-tiba nongol gak jelas. 10 menit pertama kita memang belum mendapatakan maksud dari film ini. Apalagi setelah 10 menit yaitu kejadian di rel kereta api, film ini memberikan tanda-tanda keanehan di film ini. Walalupun alur film ini bisa dibilang aman-aman saja, mengapa saya bilang aman karena kemampuan membuat emosi penonton bisa terjalin dengan baik. Lalu apa sih sebenarnya inti cerita film ini? Entahlah saya juga bingung, tapi menurut yang saya tangkap dari film ini adalah Ian Stone telah melakukan kesalahan yang mengakibatkan dirinya harus mengalami penderitaan mental dan jiwa hingga berkali-kali dan uniknya semua terjadi ketika jam 5:03 berhenti. Perpindahan cerita atau kisah yang berbeda dengan pemain yang sama namun dengan karakter yang berbeda membuat film ini bisa menjadi tergolong sebuah film teka-teki.

Para pemain yang bermain disini bisa dibilang cukup bermain dengan karakter-karakter mereka masing-masing, Mike Vogel, Jaime Murray, Christina Cole. Sebagai info saja ya, film besutan sutradara Dario Piana ini merupakan bagian dari tim After Dark Horrorfest Films. Tim tersebut tidak lain juga melibatkan film The Gravedancers dan Mulberry Sreet (Contamination) di dalamnya. Scoring musik yang mengagetkan dan adanya sentuhan-sentuhan thriller di dalamnya membuat film terasa sekali untuk dinikmati bagi pecinta film horror. Akan tetapi ide cerita yang dibuat Brendan Hood kali ini, menurut gue terlalu fiktif karena tidak adanya penjelasan dari mana dan asal usul Predator tersebut berasal dan alasan Ian Stone menjadi seperti tersebut juga tidak dijelaskan dalam bentuk cerita ataupun visual.

Overall, film yang bisa dikategorikan jenis horror yang dikenal kelas B, mampu membuat penonton terkejut jika yang tidak sering menonton film seperti ini. Akan tetapi jika anda penggemar film setipe ini, pasti akan mengalami rasa kejemukan dari film ini apalagi film ini sebenarnya diproduksi tahun 2007. Untuk menontonnya di bioskop lebih baik memikir ulang 2 atau puluhan kali. :cheers:

2,5/5

Trailer:

Whispering Corridors 4 (2005)

Young-eon seorang siswi di salah satu sekolah perempuan. Dia mempunyai kesempatan untuk bisa bernyanyi solo di paduan suara sekolahnya. Guru musiknya memilih dia sebagai penyanyi solo karna dilihat memiliki karakter yang berbeda dengan teman-temannya. Suatu malam di latihan dengan keras di ruang music sekolahnya. Sahabatnya yang bernama Sun-Min menyarankan agar Young-eon tidak terlalu semangat latihan karna dia juga harus menjaga kesehatannya. Ketika Sun-Min mengajak Young-eon pulang, Young-eon menolak ajakannya karna dia mau tetap di ruang music untuk tetap latihan. Akhirnya, Sun-Min pun mengalah untuk pulang sendiri. Ketika Young-eon seorang diri di ruang music tiba-tiba ada sosok misterius yang melemparkan kertas ke lehernya sehingga membuat dirinya mati seketika. Keesokan harinya Sun-min bingung kenapa Young-eon tidak masuk sekolah. Yang lebih misterius lagi ketika Sun-Min dapat mendengar suara Young-eon namun tidak bisa melihat wujud aslinya. Ternyata bukan hanya Sun-Min yang dapat mendengarnya, Cho-ah gadis misterius yang ternyata pernah tinggal di nuthouse tersebut, juga bisa mendengar suara Young-eon. Akhirnya mereka memutuskan untuk melakukan pencarian tentang hilangnya Young-eon yang misterius tersebut.

Film Horror Asia ini adalah judul lanjutan dari Whispering 1-3 sebelumnya, namun ini hanya berhenti sama di judul saja. Cerita yang dihadirkan dari whispering 1-4 sama sekali tidak ada hubungannya karna mereka tersendiri memiliki tema cerita yang berbeda-beda. Tema yang diambil dari Whispering Corridors kali ini adalah berhubungan dengan suara. Jadi bisa dibilang, hampir sekitar 85% penonton akan disajikan berbagai macam suara-suara dan musik-musik opera dan orchestra yang mampu membuat bulu kuduk berdiri (jika menonton di tengah malam). Bisa dibilang setting tempat cerita Whispering Corridors 4 ini seperti halnya dengan Death Bell 2 yang hanya mengandalkan satu setting yaitu sekolah. Sepertinya film horror Asia begitu bersemangat sekali mengambil setting tempat sekolah, walaupun setting sama tapi cerita yang dihadirkan tidak pernah habis ide ceritanya.

Film Whispering Corridors 4 sendiri memiliki adanya twist di pertengahan hingga akhir film. Namun lambatnya alur yang dihadirkan film ini bisa menjadi suatu kekurangan dari film ini dan kelebihan bagi penonton untuk tertidur atau asik sendiri bermain telepon selularnya. Konflik dan latar belakang terjadinya konflik di film ini bisa dibilang agak membingungkan karna penonton dibuatnya pusing dengan cerita ini. Walalupun ujung-ujungnya penonton bisa mengerti maksud dan tujuan dari film ini. Pengambilan gambar yang kelam ala film-film horror Asia lainnya juga tetap dihadirkan film ini. Selain itu ekspresi-ekspresi dari sosok misterius di film Whispering Corridors 4 juga bisa dibilang cukup menakutkan walaupun hanya dengan polesan sedikit tambahan make-up saja.

Overall, film Horror Asia Whispering Corridors 4 suatu kemasan layaknya film horror Asia lainnya, akan tetapi yang membedakan film ini adalah dari segi tata suaranya. Scoring yang membuat bulu kuduk merinding menjadi poin plus film ini, walaupun cerita yang dihadirkan di akhir film terasa begitu cepat permasalahan seperti membalikkan tangan. Jika kalian salah satu penggemar film horror Asi, alangkah lebih baik menonton film ini dan rasakan serta nikmati suara-suara tersebut. Selamat menonton. :cheers:

3/5

Trailer:

Kamis, 28 April 2011

Minggu Pagi Di Victoria Park





Film Minggu Pagi di Victoria Park sebenarnya tayang di tahun 2010 silam, akan tetapi gue baru sempat menonton film ini di tahun 2011 melalui DVD. Salah satu faktornya adalah bertahan kurang lebih 14 hari film ini berada di bioskop pada waktu silam. Tidak sedikit para kritikus film dan movie blogger yang mereview film ini tergolong layak ditonton dan sangat terpuji. Tema film Minggu Pagi di Victoria Park bisa dibilang agak berbeda jika dibandingkan dengan tema perfilman Indonesia di tahun 2010 silam/ketika film ini tayang di bioskop. Dengan mengambil tema TKW merupakan suatu hal yang langka di perfilman Indonesia. Walaupu sebelumnya pernah ada yang hampir sama penokohannya dengan Marsinah, namun tetap berbeda karena cerita Marsinah sendiri tentang buruh sedangkan MPDVP tentang TKW di negeri tetangga. Untuk lebih jelasnya, simak curhatan josep berikut ini.

Mayang dan Sekar adalah dua kakak beradik yang beradu nasib di Jepang sebagai TKW. Namun semua itu sebenarnya bermula dari Sekar yang terlebih dahulu bekerja sebagai TKW. Oleh sebab tidak ada kabar dari Sekar, Mayang dengan perintah dari sang ayah pergi menyusul ke Jepang sebagai TKW. Setiba disana Mayang mendapatkan pekerjaan sebagai pengasuh dan pembantu di sebuah keluarga yang menerima dia dengan senang hati. Setiba di sana, dia pun tidak larut dengan pekerjaannya karena tujuan utama dia disana adalah untuk mencari Sekar yang tidak ada kabarnya. Setelah dia cari tahu, ternyata Sekar sudah menghilang 1 tahun lalu dari tempat penampungan para TKW Indonesia yang bekerja di Jepang. Mayang pun semakin gelisah mendengar kabar tersebut, namun dia mencoba merahasiakan berita tersebut kepada kedua orang tuanya di kampong. Dengan bantuan Mas Gandhi mereka pun akhirnya mencari Sekar.

Karya Lola Amaria kali ini bisa dibilang cukup matang dalam psoses pembuatannya. Dengan mengambil tema TKW dan pengambilan gambar yang sepertinya 90% di Jepang merupakan poin plus dari film ini. Alur cerita yang dihadirkan film ini bisa dibilang mampu memainkan emosi penonton di sepanjang durasi yang kurang lebih 95 menit. Konflik yang dihadirkan film ini seperti cerita kisah nyata yang kembali diangkat oleh Lola Amaria dengan bantuan Titien Wattimena untuk menuliskan jalan cerita film ini. Dengan balutan scoring yang mampu menyatukan sentuhan-sentuhan di setiap bagiannya. Pengambilan gambar yang bersettingkan negeri Sakura ini, bisa dibilang belum terlihat sempurnan karena di beberapa bagian ada yang terlihat buram dan tidak menggambarkan keindahan negeri Sakura tersebut. Lalu bagaimanakah dengan para pemain yang bermain disini?

Titi Sjuman di film Minggu Pagi di Victoria Park bisa dibilang totalitas bermain di film ini. Dengan perannya sebagai TKW sekaligus perempuan penggoda di klub malam plus ragamnya ekspresi yang dihadirkan beliau disini, rasanya lebih pantas jika mendapatkan penghargaan sebagai pemeran wanita terbaik di tahun 2010. Kalau Lola Amaria gue melihat secara keseluruhan lumayan dan tidak sebaik Titi Sjuman karna di beberapa bagian ada yang terlihat datar ekspresinya dan kurangnya emosi yang ditumpahkan. Di sisi lain, yang berperan sebagai teman Lola Amaria bisa dibilang bagus bermain disini. Kalau boleh jujur, gue baru pertama kali melihat akting dia di sebuah film dan itu sebuah kejutan. Lain halnya dengan Ella Hamid yang sudah pernah berkecimpung , yang berperan sebagai wanita nyentrik ala hip hop dan sebagai “ibu” curhatan anak-anak TKW disana ketika di Victoria Park. Kalau peran pria disini gue merasa tidak ada yang spesial karakternya, walaupun donny alamsyah sendiri disini terlihat lebih pucat dan terlihat terlalu kurus.

Dialog-dialog yang dihadirkan di film Minggu Pagi di Victoria Park bisa dibilang agak “nyentil” ke pihak-pihak pemerintah yang kurang peduli terhadap TKW-TKW di luar sana. Dan juga pemilihan kata yang bukan sembarang kata yang membuat film ini bisa dibilang tergolong film cerdas dalam pemilihan katanya. Entah kenapa film ini hanya bertahan kurang lebih 14 hari di bioskop, apa karna faktor film ini dibalut dialog yang terlalu cerdas dibandingkan para penontonnya? Apa karna tema yang diambil juga terlalu berat untuk penikmat film Indonesia? Tapi walaupun film ini kurang begitu dilirik di negeri sendiri akan tetapi film ini cukup banyak dilirik di luar negeri dan berhasil mengikuti kompetisi film-film Festival. Akhir kata, film Minggu Pagi di Victoria Park menurut gue pribadi adalah film Indonesia terbaik di tahun 2010. :cheers:

4,5/5

Trailer:

Rabu, 27 April 2011

Lulla Man "Pu Chai Lulla" (2010)

Drama Romantic Comedy Thailand sepertinya sudah membuat gue tergila-gila!!! Bisa dibilang tahun 2011 semua film Thailand drama romantic comedy sudah gue lahap semua!! Sebut saja pendahulunya A Crazy Little Thing Called Love, Little Comedian, Best Of Times, dan terakhir yang baru tayang minggu lalu SuckSeed. Alangkah berterima kasih gue kepada pihak distributor yang bekerja sama dengan tim #nomention yang menghadirkan film-film ini. Walaupun ada yang tergolong film tahun 2009 tapi cerita yang dihadirkan lebih menarik jika dibandingkan pihak #nomention2 yang menghadirkan film-film jadul tapi tidak berkelas. Sungguh memprihatikan dan sangat #krisisfilm sekali. Kini film drama Thailand yang distributor Parkit Film dan MVP Pictures kembali dengan tipe film yang serupa namun pengemasannya bisa dibilang tergolong agak dewasa sedikit, Lulla Man ผู้ชายลัลล้า สูตร 3G ซ่าส์ ซ่าส์หากิ๊ก (Pu Chai Lulla). Simak terus curhatan josep berikut tentang film ini.

Tan, Joon, dan Tu adalah tiga sahabat playboy kelas kakap dan tinggal 1 rumah dengan istri mereka masing-masing. Tan adalah seorang fotografer yang memiliki tugas untuk mencari pengganti model yang cantik. Joon adalah seorang penyanyi band di klub malam yang bernama Lulla. Tu adalah seorang pembuat film. Mereka masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda dalam mencari simpanan, walaupun pernah suatu hari mereka berhubungan dengan satu wanita yang sama. Kecurigaan demi kecurigaan pun dirasakan istri mereka masing-masing. Tapi berkat kecerdikan mereka, semua rahasia untuk sementara waktu bisa tersimpan dengan baik. Suatu hari Tan bertemu dengan criteria model yang dia inginkan. Dia bernama Suzie. Suzie adalah seorang pacar dari konglomerat tua ternama. Kepuasan harta duniawi bisa dibilang dia dapatkan tanpa cela, namun lain halnya dengan kepuasan batin seorang wanita normal yang tidak dia rasakan. Suzie pun ternyata jatuh cinta terhadap Tan. Akan tetapi, Tan dkk sudah berjanji tidak akan selingkuh lagi dari istri-istri mereka. Problematika dan dilematika percintaan mereka pun berlanjut hingga yang pada akhirnya harus ada yang dikorbankan.

Sebelum menonton film ini, gue membaca sinopsis dan melihat poster film Lulla Man ผู้ชายลัลล้า สูตร 3G ซ่าส์ ซ่าส์หากิ๊ก (Pu Chai Lulla) bisa dibilang cukup menarik. Akan tetapi, semua itu terlihat tidak orisinil lagi ketika gue melihat secara keseluruhan film ini seperti film Indonesia Suami-suami takut istri, Namaku Dick dan Mafia Insyaf. Bagian-bagian apa saja yang di dalam film tersebut alangkah lebih baik menyaksikannya sendiri. Ketidakorisinilan film ini untungnya ditutupi dengan peristiwa-peristiwa konyol dan gokil di sepanjang film ini. 3 playboy ketika melakukan aksinya bisa dibilang seperti menceritakan di kehidupan nyata sebenarnya. Bagaimana pembawaan karakter “palsu” mereka di depan atau belakang istri mereka masing-masing bisa dibilang membuat anda gregetan untuk melempar mereka dengan kata-kata pujian dan sepertinya bisa ditiru #eh. Scoring film ini bisa dibilang menarik dan beragam, sebut saja aanya musik opera, dan dentingan musik piano yang menyentuh menjadi andalan film ini.

Sutradara film Thailand satu ini yaitu Tunya Potiwijit , bisa dibilang mampu membuat irama naik turunnya tempo tingkat emosi di film ini. Konflik-konflik yang dihadirkan film ini bisa dibilang cukup beragam dan bahkan adanya konflik yang tidak terduga di menjelang akhir film ini. Gue secara pribadi pun menarik kesimpulan kalau pria memang seperti di film ini yaitu tidak pernah puas dengan satu wanita. Tapi bukan berarti gue menyetujui adanya perselingkuhan yang sudah kelewat batas dan adanya poligami ya. Memang aktris film Thailand diciptakan anggun dan cantik-cantik kali yak, di film ini Suzie dan istri dari Tan bisa dibilang menarik perhatian di film Lulla Man. Wajah lucu dan menggemaskan mereka memiliki daya tarik tersendiri. Tapi di film ini juga ada kekurangannya, adanya peran-peran tempelan belaka di adegan coffee shop yang bisa dibilang terulang 2-3 kali dan adanya konflik yang bisa dibilang terpecahkan segampang membalikkan telapak tangan. Durasi film ini yang bisa terbilang paling singkat dibandingkan pendahulunya tidak menjadi masalah buat gue secara pribadi, karena pengemasan yang menarik membuat film ini tetap layak untuk dinikmati hingga credit title muncul. Selamat menonton. :cheers:


3,5/5

Trailer

Pocong Mandi Goyang Pinggul (2011)

Rasanya baru 1 minggu, film Indonesia kita (baca: Suster Keramas 2) digandrungi para bintang luar. Eits, tunggu dulu ! Bukan sembarang bintang luar yang diundang untuk bermain di film Indonesia kali ini. Para bintang luar tersebut lebih dikenal bintang “panas” di tempat mereka masing-masing, gue gak tahu kalau mereka masih terjun di dunia tersebut atau tidak. Setelah berjumpa dengan Sola Aoi beberapa waktu silam, kini Sasha Grey pun muncul di perfilman tanah air kita. Entah berapa besar iming-iming yang diberikan tim produksi film mereka sehingga bisa membuat mereka (Sola Aoi dan Sasha Grey) “terjebak” dengan produser-produser kacrut film Indonesia saat ini. Entah apa karna dua tim produksi sedang bersaing untuk mendatangkan bintang “panas” di film mereka.

Kalau mau flashback rasanya akan membuat pembaca blog saya semakin muntah dengan hasil karya-karya produser kacrut tanah air kita satu ini. Daripada kelamaan #nomention lebih baik kita panggilkan saja beliau. Inilah dia -----> KK Dheeraj *standing applause*. Jangan bilang belum ada yang kenal dengan beliau!! Setidaknya kalian tahu karya-karya kacrut beliau walaupun kalian belum pernah merasakan naik halilintar dan tornado ketika menonton langsung film-film beliau selama ini. Kalau memang kalian belum kenal atau sengaja lupa ingatan dengan beliau, oke gue mencoba membantu memulihkan ingatan kalian. Ingat dengan Rintihan Kuntilanak Perawan (2010) yang Terra Patrick bermain disana? Kalau memang masih pada lupa, semoga dengan karya-karya beliau di tahun 2011 ini ingatan kalian masih baik dan segar. Di bulan Februari ada Pelukan Janda Hantu Gerondong, lalu di bulan Maret ada Dedemit Gunung Kidul. Dan kini, beliau kembali dengan karya terbarunya yang berjudul Pocong Mandi Goyang Pinggul. Jangan tanya atau komentar dulu dengan judulnya, lebih baik simak curhatan josep berikut ini terlebih dahulu.

Ferdi seorang DJ yang digila-gilai banyak wanita, salah satunya Baebi. Namun cinta Baebi kepada ferdi bertepuk sebelah kanan. Suatu malam diperjalanan pulang ke rumah, dia mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut hingga membuat dirinya hilang ingatan. Adiknya Ferdi, sheza, merasakan sesuatu yang aneh setelah abangnya mengalami kecelakaan tersebut. Dia pernah memergoki abangnya sedang berwebcam-an ria dengan gadis bule, yang konon namanya Sasha. Akhirnya, Sheza menyuruh sahabat abangnya, Dennis, untuk mengajak ke tempat dahulu dia bekerja untuk membantu pemulihan ingatannya. Anehnya, Ferdi selalu ingin berada di suatu kuburan. Tatang pun semakin curiga terhadap sahabatnya tersebut. Pencarian misi untuk mengetahui apa penyebab keanehan-keanehan dengan Fendi dan siapa sebenarnya Sasha tersebut pun dimulai.

Gue kayaknya tidak perlu panjang-panjang untuk memberi tahu sinopsis film ini kepada kalian karena rasanya akan membuat kalian semakin ilfil dengan cerita sebenarnya. Di awal film saja sudah disajikan dengan adanya tempelan kata-kata bahasa Inggris seperti kita yang dapat kita lihat opini-opini kritikus film luar tentang film Imaginarium Of Doctor Parnassus di trailernya. Itu belum selesai loh, setelah itu kita bakal disajikan pemandangan gedung-gedung bercakar langit yang tinggi ala Hollywood seperti mengingatkan kita di pembukaan film Wallstreet 2 (2010). Tapi tetap saja hasil kamera yang dihasilkan SAMA SAJA dengan film KK Dheeraj sebelumnya. Seperti apa? You know him so well lah.

Bagaimana dengan isi cerita film ini sebenarnya? Jujur, gue di 10 menit pertama merasakan horror-sexnya film ini. Bisa dibilang Pocong Mandi Goyang Pinggul adalah karya KKD Dheeraj yang pertama yang berhasil membuat gue tegang di 10 menit pertama (kecuali adegan gedung-gedung pencakar langit dan kata-kata sambutan Inggris tersebut ya). Namun setelah 10 menit pertama hingga hampir 10 menit pertengahan menuju terakhir, semua buyar bak pasir di pinggir laut yang terbawa oleh ombak. Aksi Sasha Grey disini pun seperti anak kecil yang sedang bermain Skype atau omegle sekalipun, TANPA ADANYA ESENSI SAMA SEKALI kalau dia disini berakting. Pemilihan scoring di film ini bisa dibilang agak lebai dan tidak sinkron dengan suasana cerita film ini.


Entah apa karna KK Dheeraj mau mengikuti jejak Om Nayato Fio Naula yang kini terjun di dunia komedi horror atau dia hanya sedang “stress” dan mau menuangkannya ke dalam sebuah film jayus bin garing kali ini. Menurut gue, hadirnya Tata Dado di film ini bukan membuat film ini lucu. Maaf ya, bukannya gue anarkis dengan kaum POCOCI (sebutan Pocong yang dikumandangkan Tata Dado). Tapi kalau mau ngelucu ya masuk akal dong dan bisa menghibur orang, bukannya membuat kening orang mengerut hingga asyik bermain handphone. Gue lebih menghargai lelucon yang dibuat ucok baba. Tapi saying sekali kehadiran ucok baba di film ini bisa dibilang tidak sebanyak Pococi tersebut. Ada pula sosok gadis misterius ala iklan shampoo dan provider di film ini yang sama sekali tidak membuat bulu kuduk akan berdiri!! Ditambah lagi adanya pemaksaan karakter Anissa Bahar yang tiba-tiba nyanyi ala Cewek Saweran. Kehadiran Andreano (konon kabarnya anak kesayangan KKD) disini sangatlah tidak penting sekali, apalagi ketika dia harus dipasangkan dengan mpok Nori. Ya ampun!!! Ide cerita dari mana pula yang terlintas di pikiran penulis film ini sehingga membuat ide konyol dan tolol seperti itu.

Bagaiman dengan pemain-pemain utama di film Pocong Mandi Goyang Pinggul? Sasha Grey maksudnya? Entar dulu ye, kita bahas dulu pemain yang lain. Pertama kita bahas dulu Baby Margaretha.. Hmm menurut gue dengan aksi cewek yang cukup “murah” dan “berani” di film ini dia berhasil membuat gue beraksi. Tatang gepeng berkasi sangat garing dan jayus. Aduh lo itu bener-bener perusak suasana film ini. Pemilihan karakter dengan wajah seperti dia masih jauh lebih baik Tukul atau pemain Sitkom OB sekalipun. Sheza Idris di film terbarunya ini setelah London Virginia (2010) ruang lingkupnya bisa dibilang tergolong kecil jika dikategorikan sebagai pemeran pendukung wanita. Nah ini dia pemeran cowok yang bisa dibilang beruntung bermain di film KKD kali ini. Chand Kelvin bisa dibilang stabil dalam pembawaan peran di film ini, bukannya karena gue teman lamanya ya tapi memang gue sudah kenal dia memiliki kemampuan berakting yang tidak buruk-buruk amat. Terbukti dengan adanya puluhan FTV yang dia bintangi. Tapi gue cuma saran dan kritik saja nih, kok ekspresi ketika dia sedang berwebcam-an ria dengan Sasha Grey terlihat kaku dan tidak terlihat nafsu ya, padahal dihadapannya wanita seksi. Yang terakhir, Sasha Grey. Seperti yang gue bahas di atas, entah iming-iming apa yang membuat jeng jelita seksi dan cantik ini bisa “terjerat” dalam perangkap KKD. Dari pengalaman dia yang pernah main di film Hollywood Pirates II dan pernah dibawah naungan sutradara Steve Soderbergh dan sekarang harus bermain ala kadarnya di film KKD. Oh No! Itu seperti bermain wahana Niagara-gara saja.. Dan akting dia disini jauh lebih buruk dibandingkan Sola Aoi dalam berani untuk berakting total.

Overall, maksud judul film ini jauh lebih buruk dibandingkan film-film KKD sebelumnya Pelukan Janda Hantu Gerondong dan Dedemit Gunung Kidul. Rasa pusing ketika bermain halilintar dan tornado lebih terasa di film ini. Jika teman movie blogger saya bilang akan meniru aksi pemain yang melakukan mandi air kembang tujuh rupa gayung merah, maka gue akan menyiram KK Dheraaj dengan air kembang tujuh rupa gayung merah supaya ide-ide tolol beliau untuk membuat perfilman Indonesia semakin bobrok dan jeblok menjadi BERSIH! Sekian. :cheers:


Trailer:

Senin, 25 April 2011

Suck Seed (2011)

Memasuki bulan keempat di tahun 2011, sudah terhitung 3 buah film rom-com Thailand yang menjuarai box office di ibukota Jakarta. Sebut saja, A Crazy Little Thing Called Love, Little Comedian, Best Of Times yang masing-masing memiliki kriteria khusus untuk digemari penggila film di ibukota Jakarta saat ini. Bahkan ada beberapa penggemar yang saking sukanya terhadap film rom-com Thailand menonton film tersebut hingga 2/3 kali bahkan berkali-kali sampai film tersebut turun tahta dari deretan “now showing”. Kini di akhir bulan keempat April 2011, film rom-com Thailand kembali menghiasi deretan “now showing” dengan judul Suck Seed. Kalau dilihat dari posternya, terlihat film ini ada berhubungan dengan unsur musik di dalamnya. Apakah film SuckSeed bakal sesukses pendahulunya yang telah berhasil memikat banyak penonton? Let we see.. Sebelumnya simak dulu curhatan josep tentang film Suck Seed berikut ini.

Ped dan Koong adalah dua sahabat dari sejak Sekolah Dasar. Mereka memiliki 2 sisi yang berbeda, Ped adalah seorang kutu buku yang tidak terlalu suka dengan musik namun cenderung suka baca komik. Sedangkan Koong adalah seorang penggila musik yang memiliki mimpi memiliki sebuah band dan dia memiliki seorang kembaran yang bernama Kay. Di sekolah mereka terdapat gadis cantik yang imut dan cantik, dia bernama Ern. Akan tetapi, pertemuan mereka dengan Ern tidak berlangsung lama karena Ern terpaksa harus pindah ke Bangkok. Kalau jodoh memang tidak kemana, ketika SMP mereka bertemu Ern kembali. Kini dia seorang gadis remaja yang cantik dan jelita. Ped yang dahulu sempat jatuh cinta kepada dirinya, kini semakin kuat rasa cinta itu kepada Ern. Suatu hari, sekolah mereka mengadakan suatu kompetisi band terbaik, Hotwave Music Awards. Koong sangat bersemangat untuk mengikuti kompetisi tersebut, dia pun akhirnya merekrut Ex, salah satu pemain basket di sekolahnya, untuk menjadi seorang drummer. Tidak lupa dia pun akhirnya merekrut Ped sebagai bassis di bandnya. Ketika mereka mau latihan, mereka kaget melihat aksi Ern dengan lihainya memainkan gitar. Koong juga merekrut Ern sebagai gitaris di bandnya.

Secara keseluruhan film SuckSeed memiliki daya tarik sendiri dibandingkan pendahulunya A Crazy Little Thing Called Love, Little Comedian, Best Of Times. Jika A Crazy Little Thing Called Love memiliki daya tarik dari kisah perjalanan hidup Nam dari yang kumel hingga bak putri salju untuk mendapatkan cinta sang pangeran, sedangkan Little Comedian sendiri tentang bagaimana Tok yang jatuh cinta kepada dokter kulit langganannya, yang baru tayang akhir-akhir ini Best Of Times, juga memiliki daya tarik sendiri tentang kisah percintaan dari dua generasi yang tidak kalah menariknya. SuckSeed sendiri memiliki daya tarik sendiri tentang persahabatan antar Ped, Koong dan Ex untuk membentuk sebuah band. Walalupun di tengah-tengah cerita tetap dibumbui percintaan monyet anak remaja (puppy love). Sebagai info saja ya, Chayanop Boonprakob sutradara dan penulis skenario film ini telah mengkantongi box office seASIA di pemutaran minggu pertamanya.

Alur film ini bisa dibilang menarik karena adanya penjelasan flashback di tengah-tengah filmnya, jadi jika yang kelewatan di awal cerita pun tidak akan kecewa sama sekali. Pemilihan pemain yang bisa dibilang pas sesuai dengan karakter mereka masing-masing juga menjadi kelebihan film ini. Bagaimana muka Ern yang dari sejak SD sudah terlihat begitu unyu dan manis disedap mata bahkan sampai beranjak dewasa sekalipun. Di film ini, juga berbagai macam karakter-karakter yang bias dibilang tidak asing lagi, sebut wajah Ped yang secara sekilas mengingatkan Chon di A Crazy Little Thing Called Love. Selain itu, juga ada karakter komikal dan animasi komik, yang mengingatkan cerita Scott Vs Pilgirm (2010).

Selain itu, keunggulan film SuckSeed lainnya adalah di bagian komedinya. Film ini sangat kuat membuat emosi penonton untuk tertawa sepanjang film ini. Kekonyolan yang tidak jayus, dan kepolosan muka beberapa pemain yang tidak flat membuat film ini begitu segar untuk ditonton sepanjang film walaupun berdurasi 130 menit sekalipun. Bagaimana persahabatan yang kuat diantar Ped, Koong, dan Ex juga terlihat erat di film ini. Bagaimana selama kehidupan mereka bertiga mengalami nasib yang sama yaitu selalu menjadi looser. Selain itu, adanya scoring yang menarik di film SuckSeed juga menjadi poin plus tersendiri. Bisa dibilang dari pendahulunya di tahun 2011 ini baru film ini yang melakukan seperti ini. Dari segi scoring sendiri diisi oleh banyak band-band yang cukup terkenal, sebut saja, Body Slam (A Crazy Little Thing Called Love, Best Of Times), Modern Dog, Nat, Big Ass, Black head, dll. Pemilihan lagu dengan suasana yang dimunculkan film ini terlihat begitu klop dan menyentuh.

Walaupun film ini tidak seutuhnya tentang percintaan dua insan, akan tetapi cerita persahabatan mereka bertiga dengan nasib-nasib looser mereka jauh lebih menarik. Akan tetapi, dibalik keunggulan semuanya itu, film ini tidak luput dari kekurangan. Kekurangan film ini adalah penyampaian cerita bisa dibilang terlalu lama di satu topik saja sehingga maksud dan tujuan film ini terasa sedikit saja. Jika cerita-cerita yang tidak penting itu dipangkas dan difokuskan tentang tujuan film ini, pastilah film ini jauh lebih menarik dan gue secara pribadi berani memberikan rating 4,5/5 terhadap film ini. Akan tetapi karena kekurangan yang kecil itu, untuk rating 4,5 sepertinya terlalu tinggi untuk film ini. Walalupun permasalahannya kecil, akan tetapi itu merupakan poin penting sebenarnya film ini. But overall, gue sangat terhibur hingga credit title film ini pun muncul. Selamat menonton. :cheers:


3,5/5


Trailer: