Thursday, March 3, 2011

From Prada To Nada (2011)

Romcom lagi romcom lagi, mungkin kata yang pertama setelah melihat genre film ini. Harapan-harapan bagus terhadap film ini pasti yang kita harapkan untuk film ini. Kalau dilihat dari posternya, pasti ada juga yang mengira film ini mirip dengan cerita In Her Shoes (2005) yang diperankan oleh Cameron Diaz. Secara sinopsis cerita mungkin bisa dibilang mirip, tapi alangkah baiknya menonton terlebih dahulu apakah benar film ini sama dengan In Her Shoes. Daripada kelamaan curhat, mendingan langsung simak aja curhatan josep berikut ini.

Nora dan Mary adalah 2 orang kakak beradik yang bisa dibilang cukup beruntung di daerah L.A., karena mereka memiliki ayah yang sangat kaya raya. Akan tetapi, Nora menjalani kehidupannya begitu sederhana. Lain halnya dengan Mary, yang hidup dengan kehedonismeannya. Semua pun harus berubah 360 derajat setelah kematian ayahnya. Ditambah lagi, setelah sang ayah mewariskan semua hartanya kepada abang tiri mereka Gabe. Mereka pun semakin bingung dengan semuanya itu. Akhirnya mereka pun harus keluar dari rumah tersebut akibat perbuatan istri Gabe, Olivia. Mereka pun pindah ke East L.A., yang dimana tempat kakak ibu mereka. Disana kehidupan mereka harus berubah drastis. Bagi Nora itu tidak masalah, namun sedikit masalah bagi Mary. Lambat laun cerita, Mary pun jatuh cinta kepada asisten dosen baru di kampusnya yang bernama Rodrigo. Mary jatuh cinta kepadanya karena parasnya yang sangat Meksiko (seperti ayahnya) dan yang paling penting adalah orang kaya. Lain halnya dengan Nora, yang belum pernah merasakan namanya jatuh cinta. Di dalam dirinya hanya punya satu tujuan yaitu menjadi pengacara hebat di 10 tahun mendatang. Edward, yang merupakan adik dari Olivia yang jatuh cinta kepadanya pun sepertinya tidak hiraukannya. Kehidupan mereka pun tidak semulus itu, masalah demi masalah pun terjadi dengan orang-orang terdekat mereka. Sakit hati, pengkhianatan, cinta bertepuk sebelah tangan pun terjadi di film ini. Lalu apakah yang terjadi selanjutnya dengan Mary dan Nora? Apakah mereka tetap mempertahankan rumah mereka kepada Gabe? Lalu, bagaimanakah nasib percintaan mereka masing-masing? Akankah bahagia?

Kalau dilihat dari cerita, cerita ini bisa dibilang gampang ketebak ketika mendekati pertengahan hingga akhir film ini. Tapi itu semua tidak masalah, karena paras cantik Alexa Vega dan disini mungkin salah satu alasan kuat untuk tetap bertahan menonton film ini hingga akhir. Kekuatan karakter mereka masing-masing di film ini begitu sangat kuat. Chemistry demi chemistry mereka dengan pasangannya pun terjalin begitu baik. Walaupun film ini ada unsur Meksikonya dan mirip dengan telenovela jaman dahulu, akan tetapi film ini dapat dinikmati dengan baik. Ada beberapa kelemahan di film ini, film ini tidak menggunakan kesempatan yang baik untuk mengambil gambar budaya meksiko. Kedua, film ini tidak memiliki sesuatu yang lebih yang ingin disajikan ke penonton. Ketiga, banyaknya peran yang seharusnya digali lagi tapi hanya bisa dibilang “numpang lewat” saja. Keempat, film ini bisa dibilang mirip dengan In Her Shoes (2005) tapi mungkin yang berbeda hanya unsur budaya yang ditampilkan film ini. Namun apa mungkin ini penyebab rating di IMDB hanya 3,3 dengan 330 voters? Yak mungkin itu bisa salah satu penyebabnya, apalagi disaat produksi film ini, banyak film-film yang lebih baik dengan film ini. Jika anda ingin menyaksikan suatu film romcom yang menarik dengan unsur telenovela mungkin ini bisa dijadikan pilihan.

3/5


trailer:

No comments:

Post a Comment