Friday, February 25, 2011

The Eagle (2011)


Melihat poster film ini pasti terlihat cukup membosankan, karena sudah sering kita temukan kemiripan poster ini. Namun demikian, jika melihat para pemain mungkin sedikit agak tergerak hati kita untuk menonton aksi dari Channing Tatum, yang kita kenal kalo dia bermain film biasanya cukup mengesankan. Begitu pula dengan adanya label “Blitz Exclusive” mungkin menjadi daya tarik kita selanjutnya. Tapi apakah hanya karna pemain dan “Blitz Exclusive” semua itu bisa terbayar dengan cukup memuaskan? Untuk lebih jelas, mari simak curhatan josep berikut ini.

Jadi begini ceritanya, sekitar tahun 120 Masehi, 5000 legiun Roma yang perkasa, di bawah pimpinan Flavius Aquila, bergerak menuju utara dengan membawa lambing berharga mereka, Elang Emas. Tapi mereka tidak pernah kembali. 20 tahun kemudian, setelah mendengar desas-desus bahwa Elang telah terlihat di sebuah kuil di utara, putra Flavius yang bernama Marcus bertekada untuk mengembalikan reputasi ayahnya. Ditemani oleh seorang budak Esca, Marcus kemudian menuju ke dataran tinggi Skotlandia yang berbahaya untuk menghadapi suku liar tersebut, berdamai dengan kenangan akan ayahnya, dan kembali merebut Elang suci. Sepanjang jalan, Marcus kemudian menyadari bahwa misteri kehilangan ayahnya mungkin berhubungan dengan identitas budaknya sendiri yang ternyata merupakan suku dimana tempat ayahnya menghilang ketika berperang pada saat itu. Sebuah rahasia yang semakin memuncak ketika keduanya bertatap muka dengan para Prajurit Pangeran Seal yang menakutkan.

Kalau dilihat dari sinopsis di atas, film ini memiliki cerita yang biasa dan standart saja karena sudah banyak film yang setipe dengan cerita seperti itu. Apalagi setelah menonton film ini, saya merasa tidak banyak hal yang istimewa dalam film ini. Walaupun perjuangan untuk mendapatkan Elang Emas tersebut harus hingga 5 hari dengan menunggangi seekor kuda patut dihargai. Tapi setelah itu ketika Marcus mengambil Elang Emas tersebut terasa begitu mudah dan cepat sekali. Ditambah lagi ketika Esca yang hendak meminta bantuan kepada tempat mereka berasal itu begitu klise. Tidak sampai 1 hari Esca kembali membawa pasukan untuk melindungi Marcus dan Elang Emas dari pasukan liar tersebut, padahal dalam dialog mereka dibilang perjalanan untuk kembali sekitar 5 hari. Kejanggalan berikutnya adalah ketika setelah selesai bertarung untuk melindungi Elang Emas, jumlah pasukan yang dibawa Esca tiba-tiba kog jadi banyak ya yang harus meninggal? Padahal kalau saya tidak salah hitung, itu awalnya hanya 12 orang, tapi setelah pertarungan selesai begitu banyak pasukannya. Itu dari mana sisanya? Kalau dari sisi sinematografi ada beberapa yang baik, sisi kelam dan gelap serta indahnya situasi salju dan teriknya matahari begitu apik dibuatnya. Akan tetapi ada beberapa scene, yang pengambilan gambarnya terlalu gelap padahal situasi bukan di malam hari dan ada juga ketidakstabilan pengambilan gambar ketika menunggangi kuda.

Kalau dilihat dari cerita, film ini seperti penggabungan gambar di film Apocylapse, 300 (versi mininya) The Way Back. Sisi dari pasukan liar menunjukkan sisi film Apocylapse, sedangkan perjalanan Marcus dan Esca seperti film The Way Back. Tapi kalau boleh jujur, saya lebih suka di film The Way Back. Namun demikian, saya menghargai penderitaan yang dialami oleh Marcus yang harus tergopoh-gopoh, dirajam, dijambak serta yang paling menjijikan adalah makan tikus mentah yang tanpa proses pembakaran atau perebusan sekalipun. Sisi lain dari film ini, adanya ikatan persahabatan dan rasa saling percaya satu sama lain tanpa adanya pengkhianatan sekalipun, walaupun dulunya ada rasa dendam untuk membalaskan dendam tersebut. Jika anda ingin melihat aksi Channing Tatum ya alangkah baiknya silahkan ditonton karena peran dia disini cukup menantang. Selamat menonton di Blitzmegaplex kesayangan anda.

2,5/5



Trailer

No comments:

Post a Comment