Jumat, 18 Februari 2011

Biutiful (2010)

Film festival sejenis adalah film pertama yang gue review. Kalau boleh jujur yaaa, gue rada bingung mereview apaan karna gue rasa ini film dari segi alur, kualitas perwatakan pemain, dan klimaks ceritanya dapat banget. Mau bilang ini film membosankan tidak pantas, mau bilang ceritanya standart aja juga tidak pantas. Memang sepantasnya sih, film ini dibilang hampir mendekati sempurna. Saya tidak mau bilang sempurna karna yang sempurna adalah Sang Pencipta. Daripada kelamaan curhat mendingan langsung review aja yuk.

Film ini bercerita bagaimana suatu keluarga yang mengalami keretakan. Dimana suami dan kedua anaknya berpisah dengan istrinya. Sudah itu saja ceritanya? Tentu saja tidak, cerita film sebenarnya berawal dari adanya masalah di tempat kerjanya si Javier. Jadi, dia bekerja di perdagangan gelap di Barcelona. Bos di tempat dia bekerja meminta ide kepada Javier untuk memecahkan masalah ini. Javier pun bingung dengan apa yang harus dia lakukan. Masalah pun tidak habis-habisnya yang terjadi pada Javier. Selain di tempat dia bekerja, dia juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pendoa arwah orang yang sudah meninggal. Untuk budaya barat seperti ini menurut saya cukup beda, karena saya baru tahu kalo budaya barat pun mempercayai akan hal tersebut. Semua ini memberikan jalan panjang bagi Uxbal untuk mendapatkan pengampunan dan kedamaian karena Uxbal sudah merasa bahwa kematiannya semakin dekat.

Jika melihat sinopsis singkat diatas, mungkin jika kita berpikir secara logika, film ini cukup berat untuk ditonton bagi yang tidak suka film panjang dengan berbagai masalah yang dialami peran utama. Akan tetapi, jika pecinta film seperti ini maka anda akan terlihat enjoy menikmati alur film ini dan bahkan tidak terasa kalau ternyata film ini telah menghabiskan waktu anda selama 147 menit ke depan. Dari segi kualitas perwatakan yang dimainkan Javier di film ini, menurut gue sangat baik! Karena dia mampu total sebagai ayah, orang yang berpenyakit dengan masalah demi masalah yang dia hadapi. Pemain-pemain pendukung di film ini pun mampu bermain all out, sebut saja istri dari Javier yang diperankan oleh Maricel Alvarez yang selain berperan sebagai istri Javier, juga berperan sebagai wanita penghibur untuk menghidupi kehidupannya. Dari film ini pun kita dapat melihat berbagai macam suku. Namun demikian, walaupun berbeda suku mereka tetap bersatu dan menciptakan kerukunan antar satu sama lain. Adegan yang membuat saya tersentuh, dimana Javier bersama anak tertuanya berpelukan ketika anak tertuanya mengetahui penyakit yang diderita ayahnya. So sweet banget..

Jika anda pecinta film Festival, menurut saya sebaiknya segera menuju blitzmegaplex Grand Indonesia karena film ini masih tayang disana. Film ini jangan sampai terlewatkan anda, karena berbagai kisah dan momen di film ini sepertinya agak sayang untuk dilewatkan.

4,5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar