Jumat, 11 Februari 2011

Arwah Goyang Jupe Depe (2011)


2 artis yang penuh sensasional yang hanya menjual tubuh semata ! Selepas dari sensasional kedua pemain film ini yang banyak beranggapan sebagai promosi film semata atau kelebayan salah satu pemain yang mau semakin tenar untuk diliput oleh media di awal tahun 2011 ini. Mari kita teliti seluk beluk film ini, karena sang produser film ini membuat statement di acara PresCon Kalau beliau lebih suka hasil karya filmnya di caci maki daripada di puja puji. Beliau mengatakan seperti ini, karena hasil karya filmnya yang dipuji beberapa tahun lalu, hingga mendapatkan piala bergengsi pun, sesungguhnya memiliki penonton yang tidak maksimal dibandingkan film-film beliau lainnya, yang begitu mengundang sensasi dari judul film atau gossip salah satu pemainnya. Dari segi jalan cerita film ini bisa dikatakan film yang mengandalkan “kemolekan” tubuh 2 pemain, terbukti scene-scene yang ditampilkan selalu “kemolekan” tubuh mereka. Pertama-tama mungkin menarik tapi kalau keseringan ditampilkan dan terlalu memaksa jatuhnya jadi ilfill. Naskah yang disajikan film ini juga begitu lemah di awal hingga pertengahan film, karena hingga pertengahan film agak susah menangkap maksud dari judul film ini karena arwah yang ditampilkan berasal dari mana tidak dijelaskan dan tiba-tiba nongol seenaknya saja. Penampilan arwahnya pun tidak seseram yang saya harapkan, malahan saya rada eneg karena serupa tapi tak sama dengan arwah “artis-artis” film horror lainnya. Disini juga aksi pembunuhan si arwah kepada korban mencomot adegan film the last exorcism dan nightmare elm street (silahkan tebak sendiri aksi apakah itu). Dari segi musik pun film ini tidak mebuat saya takut, malahan saya berharap film ini cepat kelarnya karena saya sudah tidak tahan lagi. Oke membahas arwah dan musik yang aneh bin sok seram cukup sekian, sekarang saatnya membahas “Adegan ASLI” yang terdapat di depan poster film ini. Kalau boleh jujur, saya belum tau berita video “aksi” mereka yang konon kabarnya sudah ada di dunia maya. Oleh sebab itulah, saya agak tertarik untuk mengetahui apa sih yang terjadi sebenarnya. Pemasukkan “Adegan ASLI” di dalam poster sepertinya menjadi daya tarik penonton untuk menyaksikan film ini. Semoga saja nantinya kalian “puas” dengan “adegan ASLI” tersebut. Lanjut lagi ke bagian para pemainnya. Menurut saya, acting mereka disini bisa dikatakan cukup dipaksakan. Karena dialog dan mimic yang mereka berikan tidak senatural mungkin. Saya agak risih dengan pelafalan DePe di film ini, entah dia lagi makan permen karet atau lagi cegukan sambil take karena suaranya itu sangat mengganggu. Untuk pemain baru yang ada malah bisa dikatakan cukup baik dibandingkan 2 peran utama. Erlando yang berperan sebagai suami dari Lilis mampu membangun chemistry dengan JuPe. Bemby yang berperan sebagai banci dan asisten neneng bisa dikatakan cukup kekar untuk kategori peran banci. Pas preson memang sih dia tampil jantan sebagai laki-laki pada umumnya, jadi bisa dibilang dia mampu mengubah karakter asli dia menjadi seorang menyimpang kelainan seksualitas. Selain “Adegan ASLI” juga ada “surprise” lainnya yang terdapat di film ini, namun alangkah baiknya jika kalian menontonnya sendiri. Sisi positif dari film ini adalah mengangakat tradisi budaya tarian jaipong. Selebihnya? Nope. Overall film ini sangat cukup sensasi karena hanya menampilkan “kemolekan” tubuh 2 pemain, membuat tulisan “Adegan ASLI” di poster film. Semoga saja setelah anda keluar dari studio bisa merasakan kebahagiaan karena bisa melihat langsung “Adegan ASLI” di dalam film ini.
1/5

1 komentar:

  1. astaga DePe itu bajunya kayak superman, ckckckc *dalaman dipake diluar

    BalasHapus